Berdasarkan penelitian PwC (sebuah lembaga riset internasional), secara ekonomi sektor event ini menjanjikan pertumbuhan sebesar 8,7 % dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Menurut Khristo Ayad Konsulat di InStrat (sebuah platform penelitian dan penasehat independen di Doha), turnamen dengan visibilitas tinggi akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan diversifikasi negara menuju ekonomi modern berbasis pengetahuan.
Piala Dunia 2022 diniai mampu meningkatkan soft power Doha serta menambah pengaruhnya di perpolitikan dunia.
“Qatar telah mempromosikan kampanye Piala Dunianya sebagai pertunjukan persatuan Arab sejak awal, memposisikan Piala Dunia sebagai kesempatan untuk membangun jembatan antara dunia Arab dan Barat,” ujar Ayad.
Baca Juga : Ekonomi Global Memburuk, Robert Kiyosaki : Saya Akan Keluar Dari Aset Kertas
Caroline Rose selaku Kepala Program Power Vacuums Newlines Institute di Washington, memandang perhelatan akbar ini akan memberikan keuntungan ekonomi tersendiri bagi Qatar. Terutama dari sektor pariwisata dan khususnya untuk bisnis akomodasi maupun penginapan.
“Mengingat akomodasi ruang yang dilaporkan terbatas, Saya pikir acara ini secara keseluruhan telah meningkatkan upaya koordinasi regional untuk mengakomodasi gelombang besar wisatawan. Ini juga akan memberikan dorongan bagi ekonomi Qatar, dengan perkiraan keuntungan US$ 17 miliar (setara Rp 266,9 triliun pada kurs Rp 15.700/US$),” ujarnya.
Baca Juga : Berapa Besar UMP 2023 ? Ini Daftar Lengkapnya !
Dengan puluhan ribu penggemar sepak bola yang sebagian besar dari Eropa dan Amerika Selatan, diharapkan negara tetangga akan menjadi basis Piala Dunia Qatar.
Selain itu , UEA adalah pilihan yang baik karena Air Arabia dan Fly Dubai menjalankan 45 penerbangan setiap hari ke Doha.
Dapatkan berita dan informasi lengkap lainnya dengan cara klik http://hariannetwork.com













