Beberapa bank lain yang tercatat di BEI disebutkan sedang melakukan persiapan right issue untuk memenuhi persyaratan minimal modal inti. Seperti halnya yang dilakukan oleh Bank Amar yang akan melakukan right issue dengan menerbitkan 4,56 miliar saham baru di harga Rp 280 per lembar saham. Selanjutnya Bank Ina juga akan right issue 2,96 juta saham baru dengan harga Rp 3.600-Rp 4.200 per lembar sahamnya.
Baca Juga : Sektor Manufaktur di Jateng Melemah, Karyawan Dirumahkan Sementara
Right Issue terbesar akan oleh digelar Bank Neo Commerce (BNC) dengan targer dana segar sebesar Rp 5 triliun di akhir tahun ini. BNC merupakan bank digital yang dimiliki oleh Akulaku dan telah memiliki modal inti sebesar Rp 2,11 triliun per September 2022. Tjandra Gunawan selaku Dirut BNC telah menyatakan komitmenya untuk memenuhi kewajiban pemenuhan modal inti. Pihaknya mengaku tengah menjalankan proses pelaksanaan right issue yang direncanakan akan rampung pada Q4 tahun ini. Dengan corporate action ini, BNC akan memiliki modal inti hingga Rp 7 triliun guna memacu pertumbuhan di sektor usaha.
Aksi korporasi juga dilakukan oleh Bank Oke, dimana per September 2022 telah mengantongi modal inti sebesar Rp 2,96 triliun. “Penambahan modal ini sesuai komitmen untuk mendukung bisnis khususnya penyaluran kredit. Dengan ini, kami sudah memenuhi ketentuan modal inti minimum,” ujar Hendra Lie selaku Wakil Direktur Bank Oke, dikutip dari kontan.co.id pada Rabu (2/11).
Dapatkan berita dan informasi lengkap lainnya dengan cara klik http://hariannetwork.com













