Menurut Heru, masa sulit ini akan menimpa bisnis digital di Tanah Air. PHK yang terjadi di Go To menunjukkan tidak ada lagi yang kebal terhadap dampak lesunya bisnis digital global..
“Artinya, masa sulit akan mulai memasuki bisnis digital di tanah air. Tidak ada perusahaan digital, termasuk unicorn dan decacorn, yang kebal terhadap dampak kelesuan bisnis digital global. Yang bisa jadi ada kaitannya dengan ramalan bahwa 2023 akan jadi tahun berat, gelap dan resesi di mana-mana,” terangnya.
Sementara itu, Eddi Danusaputro selaku Ketua Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO) menilai, startup akan terus melakukan efisiensi hingga tahun depan. Karena startup dihadapkan pada sejumlah tekanan antara lain penurunan transaksi hingga masalah pendanaan.
“Namun efisiensi kan macam-macam, bisa pengurangan marketing budget, bisa mengurangi fitur produk, bisa penundaan ekspansi, dan juga bisa PHK,” ujarnya.
Baca Juga : Presiden Joko Widodo Paparkan Hasil KTT G20 Bali, Apa Aja ?
Sebagai investor, pihaknya prihatin dengan adanya PHK ini. Namun, pihaknya memahami keputusan perusahaan melakukan pengurangan karyawan.
“Kami para investor meski prihatin dengan dampak PHK ke karyawan yang terdampak maupun ke ekonomi, dapat memahami mengapa PHK tersebut dilakukan, yaitu agar perusahaan tetap survive,” ujarnya.
Dapatkan berita dan informasi lengkap lainnya dengan cara klikĀ http://hariannetwork.com













