Menkeu Sri Mulyani menungkapkan, ETM ini ditujukan untuk memobilisasi dana dalam rangka percepat transisi energi, salah satunya yaitu mempercepat pengakhiran masa operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara.
Melalui ETM ini, Pemerintah Indonesia mengalokasikan US$ 500 juta yang akan mendukung lebih dari US$ 4 miliar pembiayaan yang akan mengakselerasi pensiunnya pembangkit listrik tenaga batu bara sebesar 2 Giga Watt (GW).
“Dengan pensiunnya PLTU Batu Bara, Hasilnya? emisi CO2 akan berkurang sekitar 50 juta ton pada 2030 dan 160 juta ton pada 2040,” ujar Sri Mulyani.
Baca Juga : Efek Memanasnya Hubungan China-Taiwan Bagi Indonesia
Menkeu mengatakan, Pemerintah Indonesia mengidentifikasi 15 Giga Watt (GW) PLTU bakal segera dipensiunkan lebih awal.
Dapatkan berita dan informasi lengkap lainnya dengan cara klik http://hariannetwork.com













