Namun, beberapa kelompok pengusaha ada yang menerapkan sistem kerja bergiliran guna menghindari gelombang PHK massal. Penerapan sistem ini terlihat di sebagian industri manufaktur di Jawa Tengah seperti sektor industri kayu dan garmen, tambah Frans.
Frans sendiri optimis industri manufaktur di Jawa Tengah mampu menghadapi tantangan pelemahan daya beli tersebut. Lebih lanjut, kelompok pengusaha (Apindo) yakin bahwa industri manufaktur di Jawa Tengah masih bisa mencatatkan kinerja positif di tahun-tahun mendatang.
“Dunia usaha di Jawa Tengah tetap optimis, karena kita melihat pemerintah sudah serius menangani ekonomi. Baik dari pemerintah, Bank Indonesia (BI), sehingga inflasi kita masih terkendali, “tutup Frans.
Dapatkan berita dan informasi lengkap lainnya dengan cara klik http://hariannetwork.com













