Terganggunya ekspor indonesia sudah bisa dirasakan ketika sejumlah negara Eropa mengalami krisis. Pasalnya, krisis yang terjadi di Eropa, telah memicu pemutusan hak kerja (PHK) di dalam negeri lantaran tidak ada permintaan di sektor padat karya dari negara-negara Eropa. Padahal, ekonomi Indonesia tumbuh impresif di 5,72 persen pada kuartal III/2022.
“Sektor padat karya kita itu ternyata sangat tergantung 100 persen dari buyer dari luar negeri, karena tidak ada buyer ya selesai, tidak ada mereka tidak jalan. Apalagi ke China tinggi, juga ekspor impor Taiwan juga, jadi sangat memengaruhi,” imbuhnya.
Baca Juga : ROI Kereta Cepat Jakarta-Bandung 38 Tahun, Faisal Basri : 139 Tahun
Melihat dampak buruk yang ditimbulkan terhadap ekonomi Indonesia, ia berharap kondisi kedua negara tidak berlanjut hingga peperangan, demikian halnya konflik Rusia dan Ukraina. Dia juga berharap, stabilitas politik dalam negeri tidak gaduh pada 2023 sehingga tak mengurangi niat investor menanamkan modalnya di Indonesia.
Dapatkan berita dan informasi lengkap lainnya dengan cara klik http://hariannetwork.com













