Rasio keuangan tercatat pada level 3,14 persen (gross), sementara rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) secara bank only berada pada level 0,87 persen (net).
Disisi lain, terjadi peningkatan sebesar 88,92 % dari 83,05 % pada aspek loan to deposit rasio (LDR). Sedangkan untuk margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) dan beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), BRI mencatatkan rasio masing-masing sebesar 7,23 % dan 62,59 % per September 2022.
Baca Juga : Setop PLTU Batu Bara, Indonesia Dapat Rp 300 T
Aestika Oryza Gunarto selaku Corporate Secretary PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI mengatakan bahwa penyaluran kredit secara umum dan penyaluran kredit valuta asing dilakukan secara selektif untuk menjaga kualitas kredit yang disalurkan.
“Selain itu, sebagai upaya untuk memitigasi risiko nilai tukar, juga diterapkan lindung nilai,” ujarnya, seperti yang dikutip dari CNBC, Rabu (16/11/2022).
Dapatkan berita dan informasi lengkap lainnya dengan cara klik http://hariannetwork.com













