Beranda BUSINESS Segini Perputaran Uang Selama Lebaran 2024, Sayangnya Masih Kalah Sama Kasus Korupsi...

Segini Perputaran Uang Selama Lebaran 2024, Sayangnya Masih Kalah Sama Kasus Korupsi Timah

0
Suasana Mudik Lebaran

Hariannetwork.com – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) mengestimasi bahwa perputaran uang selama libur Idul Fitri atau Lebaran 2024 bisa mencapai Rp 157,3 triliun.

Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, mengungkapkan bahwa peningkatan signifikan dalam jumlah orang yang melakukan perjalanan mudik tahun ini dibandingkan tahun lalu menunjukkan pemulihan kondisi keuangan masyarakat pasca Covid-19.

Data dari Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa jumlah pemudik tahun 2024 meningkat menjadi 193,6 juta orang atau 71,7 persen dari total penduduk Indonesia, sebuah lonjakan dari 123,8 juta orang pada tahun 2023.

“Kenaikan jumlah pemudik tersebut akan menggerek terhadap kenaikan perputaran uang yang sangat besar diseluruh pelosok tanah air khususnya daerah tujuan mudik dan destinasi wisata,” kata Sarman, dalam keterangannya, Jumat (29/3/2024) seperti yang dikutip dari Liputan6.com.

Baca Juga : Shell Akan Tutup 1.000 SPBU di Berbagai Negara, Bagaimana di Indonesia?

Sarman menyatakan bahwa lonjakan jumlah pemudik ini akan memicu peningkatan besar dalam perputaran uang di seluruh Indonesia, terutama di daerah tujuan mudik dan destinasi wisata.

Dia menjelaskan bahwa dengan asumsi rata-rata empat orang per keluarga, jumlah pemudik setara dengan 48,4 juta keluarga.

Jika setiap keluarga membawa uang rata-rata Rp 3.250.000, maka total perputaran uang selama Ramadan dan Idul Fitri 1445 H diperkirakan mencapai Rp 157,3 triliun, dengan potensi untuk meningkat lebih lanjut.

“Jumlah tersebut masih berpotensi naik, karena kita mengalikan angka minimal atau moderat,” imbuhnya.

Perputaran uang ini akan memberi dampak positif pada berbagai sektor usaha, termasuk ritel, fashion, makanan dan minuman, bahan bakar minyak, transportasi darat, laut, dan udara, serta sektor pariwisata seperti hotel, restoran, kafe, mini market, serta aneka warung atau toko.

Baca Juga : Presiden Jokowi Ungkap Kekuatan RI Untuk Menjadi Negara Maju, Apa Saja ?

Ini juga akan berdampak pada peningkatan ekonomi di daerah-daerah tujuan mudik utama seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, dan Jabodetabek, yang diperkirakan akan menyumbang 62 persen dari total perputaran uang, dengan sisanya menyebar ke Sumatera, Kalimantan, Bali/NTB, Sulawesi, NTT, Maluku, dan Papua.

Sarman menekankan bahwa perputaran uang yang besar ini akan mengaktifkan ekonomi daerah dan mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga.

“Dengan perputaran yang cukup besar tersebut dipastikan ekonomi daerah akan produktif mendorong meningkatnya konsumsi rumah tangga,” pungkas Sarman.

Editor : Tim Redaksi

Dapatkan berita dan informasi lengkap lainnya dengan cara klik http://hariannetwork.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here